Postingan

Benda kesayangan dan anak-anak yang bingung

 Layar laptopku retak. Jujur aku kesulitan saat harus menulis atau saat melihat Chibi Maruko. Harusnya aku segera menggantinya ya. Kata teman kantorku, laptopku sudah tidak tertolong. Membeli laptop baru adalah satu-satunya cara agar aku bisa bekerja lebih nyaman lagi. Tapi belum kulakukan. Mungkin.. Setidaknya aku berhasil menerbitkan satu buku lagi. Dan bukuku ada di rak gramedia, baru aku bisa mengganti laptop. Aku bilang begini bukan berarti aku tidak akan pernah mengganti laptop ya.. Tentu saja aku akan menggantinya akhir tahun ini. Kupaksa laptopku untuk terus menemaniku menulis beberapa pemikiran-pemikiran aneh itu. Kenapa? Karena aku begitu menyayanginya. Menyayangi benda-benda membuatku merasa lebih baik. Benda-benda tidak akan berpikir jahat dan berkata buruk kepadaku. Itu juga yang membuatku merasa begitu berat untuk mengganti laptop.  Seseorang akan menghadiahiku sebuah laptop yang baru. Mungkin aku juga akan jatuh cinta ke benda itu dan merawatnya bertahun-tahun, ...

Anak kecil yang bahagia dengan mimpi-mimpinya

 Aku tidak begitu yakin apakah suatu hari aku bisa pergi ke Jepang. Hahahaha. Habisnya, setiap kali aku menginginkan sesuatu, terlalu ingin, biasanya aku tidak bisa meraih itu. Mungkin, sampai mati aku akan selalu hidup dalam impian-impian yang sudah kutumpuk-tumpuk di kepalaku sejak kecil. Bagaimana rasanya menjadi penulis yang bukunya dibaca banyak orang, bagaimana rasanya bisa jalan-jalan sesuka hati, bagaimana rasanya bisa melihat salju, bagaimana rasanya makan makanan unik dari berbagai tempat yang kukunjungi. Kalau aku cerita ke ayah, pasti dia bilang pasti aku bisa meraih semua itu. Masalahnya, dia sama sekali tidak membantuku. Bukan seperti ayah-ayah temanku yang langsung menyediakan semuanya. Ayahku hanya punya rasa percaya dan semangat saja. Tapi aku begitu menyayanginya.  Kembali ke pembahasan Sapporo. Mungkin karena aku dasarnya wibu, jadi aku merasa begitu bersemangat melihat kota itu. Dengan siapapun, aku ingin membahas dan merencanakan kunjungan ke sana. Meskipu...

Pikiran-pikiran pecundang

 Aku lebih banyak berpikir kalau aku mungkin tidak akan menikah. Pikiran itu datang ke kepalaku lebih banyak daripada bayangan tentang kehidupan keluarga yang baik. Aku berbicara dengan temanku dengan begitu putus asa, lalu mereka mengasihaniku, atas semua hal yang kulalui. Katanya, aku tidak boleh berpikir seperti itu, pasti akan ada orang baik yang nanti mencintaiku dengan begitu banyak.  Lalu, hari-hari berlalu... Saat itu aku bilang "Kalau aku menikah, nanti kamu nggak datang gapapa kok, aku gamau kamu kerepotan gara-gara aku." Lalu dia bilang "Oh, astaga... Temanku yang berkali-kali bilang tidak mau menikah itu, hari ini membicarakan tentang undangan pernikahan." (Jujur saja, saat menulis ini aku berhenti lama sekali... lama sekali. Karena aku merasa begitu beruntung memiliki teman yang sangat perhatian dengan hidupku yang sejujurnya tidak jelas ini). Aku bertemu dengan beberapa orang yang memberiku gambaran tentang pernikahan. Mendengarnya aku senang sekali. A...

Membaca lembaran rasa lelah

Kata beberapa laki-laki yang sempat jatuh cinta padaku, aku ini egois. Mungkin itu benar, karena yang bilang tidak cuma satu. Selama ini aku selalu di mode survival dengan begitu erat melindungi diriku sendiri dari orang lain, mungkin usahaku itu justru disalahartikan menjadi egois? Atau memang aku ini egois tanpa sadar? Entahlah.  Aku juga paling benci kalau dibilang bodoh, payah, goblok. Rasanya lebih enak kalau orang lain justru mencaciku dengan sebutan bangsat, anjing, asu, jancok, dan sejenisnya. Aku ingat betul saat bapak-bapak ojol bilang aku payah karena aku kuliah di jurusan teknologi tapi aku tidak bisa memberi jawaban yang memuaskan saat dia protes kenapa orderannya sedikit padahal dia sudah stay di titik paling strategis di daerah itu. Bahkan dia sempat memergoki justru client memesan ojol yang jaraknya jauh dari sana. Itu salah aplikasi, katanya. Lalu aku hanya menjelaskan beberapa kemungkinan. Tapi dia tidak terima dan mengataiku anak payah. MUNGKIN AKU HARUS BILANG K...

Cerita soal mengapa

Gambar
Aku suka melihat video tentang Jepang terutama Sapporo. Di kamarku, ada sebuah benda yang kugunakan untuk menggantungkan tulisan dan foto-foto tentang orang yang kusayangi; serta sesuatu yang berarti untukku. Salah satu dari tulisan itu adalah impian yang juga kugantungkan, aku ingin ke Sapporo, suatu hari. Kenapa? Entahlah, ingin saja. Seperti halnya aku suka warna pink. Tidak ada alasan apa-apa, cuma ingin. Ah, tulisan itu tadi hanya caraku untuk melupakan pemikiran tentang hal-hal aneh.  Aku pernah berkhayal, kalau dulu itu, waktu ibuku sempat beberapa tahun pergi, ibuku mungkin berada di kahyangan. Dimana itu kahyangan? Di langit. Tidur di atas awan, bersama dengan peri-peri (Seperti yang digambarkan Indosiar tahun 2009). Sering aku diam di jendela dan mengamati langit. Siapa tahu, ibu akan diam-diam melirikku dan terbang, pulang. Menunggu itu sudah kulakukan sejak aku belum mengerti apa yang membuat pensil inul bisa diberi nama pensil inul. Lalu, beberapa tahun setelahnya aku ...

Ditelan rasa takut

Mungkin aku akan menyesal seumur hidup dengan keputusan ini, atas begitu banyak ketakutan dan keegoisanku. Mungkin, aku akan menangisi tulisan ini di sudut ruangan dengan  badan yang ditimpa penyesalan suatu hari. Mungkin aku akan menemukan banyak hal-hal yang membuatku ingat betapa aku sangat pengecut dan takut. Lalu, aku menyalahkan kehidupan dan mengemis seperti tidak tahu malu kepada tuhan agar bisa dilapangkan rasa sakitnya. Mungkin aku akan menjadi orang dengan banyak penyesalan sampai aku mati.  Aku tidak terlalu pandai menjalani hidup dan selalu bingung dengan banyak hal, tapi dulu aku bisa melewatinya. Aku berhasil menjalani hidup menderita, sebagai orang miskin, sebagai orang pelosok, sebagai orang bodoh yang tidak mengerti banyak hal, dan sebagai bahan bersyukur orang lain. Aku bisa. Aku bisa melewati banyak hal sebelum ini. Tapi ketika aku harus dihadapkan dengan pilihan yang satu ini, rasanya aku tidak pernah mampu. Aku tidak pandai memahami diriku sendiri, juga m...

Sulitnya berperilaku normal

Aku mengingat hal yang membuatku seperti kehilangan begitu banyak daya hidup. Tapi hanya bisa kujelaskan beberapa saja karena di antaranya aku tidak juga begitu paham. Pertama adalah ketika aku sakit. Kedua, saat aku sembuh dari sakit. Hahahaha aku juga kurang mengerti tentang ini, tapi aku begitu frustrasi. Mungkin kalau bisa memilih, aku mau jadi bola-bola ubi.  Bolehkah aku menghabiskan uangku dan makan sesuatu yang sangat kusukai malam ini? Aku begitu stress dan ingin menangis. Menanggapi banyak hal yang muncul dari kepalaku sendiri terasa begitu memuakkan, aku bahkan secara tak sadar sering memarahi orang lain dan aku tidak menyukai itu. Aku marah-marah padahal aku menyayangi mereka. Tapi rasanya aku begitu lelah, semua hal seperti banyak yang kulewatkan dan aku begitu bingung.  Di beberapa hujan yang biasanya kuamati perlahan, aku jadi tidak terlalu peduli, sebagian tubuhku terus dikikis oleh sesuatu yang aku sendiri tidak tahu, mungkin itu yang membuat  begitu lela...

Bagaimana cara membuat orang jatuh cinta? Sebuah tulisan yang cocok dibaca anak SMA

Aku terlalu mengantuk untuk menuliskan berapa banyak jatuh suka yang kulalui dari zaman aku sekolah sampai saat ini. Sebelum ini, aku selalu merasa jatuh suka yang begitu hebat, membuatku begitu salah tingkah, juga takut melakukan beberapa hal saat ada di dekatnya.  Kemudian, saat aku akhirnya mengetahui sedikit banyak tentang orang itu. Aku mulai membuat banyak skenario aneh dan lucu-lucu. Kukurung dia di kepalaku, kumainkan sebuah drama romance komedi yang tidak pernah habis. Imajinasi itu mengganggu tidurku dan membuatku malas belajar.  Aku tidak tahu bagaimana cara jatuh cinta yang tidak membuat tolol. Karena setiap kali aku menyukai seseorang, kecerdasanku seperti terhisap habis. Aku jadi perempuan yang tidak mengerti banyak hal dan melakukan kebodohan yang kusesali kemudian hari.  Aku sudah membaca banyak buku semacam tutorial agar tidak menjadi anak perempuan bodoh yang pintar matematika dan pintar bersikap manis di depan orang yang kusukai. Tapi tidak pernah manju...

Hal-hal yang mama tidak tahu

 Mama selalu menganggapku sebagai anak pemarah yang hanya suka makanan enak-enak. Dia tidak tahu, bagaimana saat aku jatuh cinta, atau sedang menyukai sesuatu. Aku bisa makan sambel terong selama satu semester dan aku masih menyukainya sampai sekarang. Mama tidak tahu, apa yang selalu kulakukan saat melihat mata seseorang yang luasnya adalah lautan. Mama tidak peduli seberapa banyak aku menulis kata-kata cinta dan betapa delusionalnya aku saat malam, membayangkan skenario aneh dan lucu-lucu, berdoa supaya itu terjadi, tapi dengan versi yang lebih baik lagi. Mama tidak tahu itu. Mama tidak akan pernah tahu.  Mama tidak menyukai aku yang sering melihat ke cermin. Membuat pekerjaanku jadi lama, lemot, lelet, menyebalkan. Mama tidak tahu berapa banyak yang harus kupastikan untuk mengkonfirmasi bahwa yang diucapkannya tentang rambutku yang bagus, mataku yang cantik, dan aku yang selalu terlihat menyenangkan ini benar.  Mama hanya suka ngomel-ngomel dan membandingkan aku dengan...

Belajar menderita dari Levi Ackerman

Gambar
  Ini bermula saat aku ingin membuat produk baru dari manik-manik buatanku. Salah satu orang terdekatku merekomendasikan untuk membuat karakter Attack on Titan. Aku memang suka AoT sejak lama, tapi itu lama sekali. Mungkin lebih dari 2 tahun terakhir aku benar-benar menangis dan meratapi betapa brengsek dan sedihnya ending anime itu. Dan begitulah, sebagai orang yang sering menangisi anime, aku memiliki pemikiran aneh dan beraneka macam. Lelah sekali kadang jika harus menjelaskan, makanya aku memilih untuk menulisnya beberapa.  Lalu aku mengingat Levi. Awal kemunculan Levi membuatku begitu gembira, seperti seseorang yang berada di tengah gurun, kemudian dengan tidak sengaja menemukan satu galon le mineral. Perasaan sangat senang yang meledak-ledak itu memenuhi dadaku setiap kali aku melihat karakter itu. Sesuatu yang janggal dan gila yang hanya bisa dimengerti oleh diriku sendiri mungkin, juga sebagai orang yang tidak terlalu punya banyak waktu menjelaskan panjang lebar ke ora...

Lelehan Es Krim di Tangan Anak Cengeng

Di banyak tempat, di beberapa kejadian penting yang aku alami, di ratusan orang yang kutemui, kusukai, kutangisi kepergiannya, kurindui kalau tidak ada, dan kusayangi, aku menemukan diriku sendiri nyengir sambil memegang es krim stroberi meleleh di tanganku. Seseorang yang selalu merasakan ketakutan parah di setiap jam 12 malam. Melalui hal-hal yang tidak tahu harus diapakan perasaannya. Rasanya tidak akan pernah cukup untuk senyuman manis-manis dan ungkapan sayang-sayang itu menyelimutinya. Lalu, apakah semua orang harus menemaninya tidur di sebuah alun-alun? Berjejer dan menyayanginya sambil menceritakan dongeng-dongeng bodoh dan lucu-lucu?  Aku teringat saat aku masih hidup di Tembalang, saat berjalan di gang kecil di daerah Perumda, aku tiba-tiba punya pikiran untuk menjadi kaya dan memonopoli hidup semua orang. Semua yang kusayangi berada di satu tempat yang sama, menyayangiku. Tidak ada yang boleh pergi meskipun ada orang yang lebih mereka sayangi dibandingkan aku. Lalu, mere...

Tulisan Aneh

Ini sudah yang ke-10 tahun aku menulis tentang cinta. Isinya berubah setiap hari. Setiap aku menemukan hal baru dan bertemu dengan banyak orang lain, aku tiba-tiba berubah pikiran. Soal banyak hal. Tentu saja. Mungkin ini mengecewakan. Tapi begitulah, aku tidak pernah ingin memiliki perasaan takut karena rasa kecewa orang lain. Yang kurasakan kini adalah, aku tidak tahu apapun. Maaf, karena jika ingin menambah pengetahuan atau sedang mencari tulisan yang menjejalimu dengan kalimat mendayu dan indah-indah, kurasa aku sudah tidak memilikinya sekarang. Apa itu indah? Apa itu kata-kata? Apa yang seharusnya kutulis? Apa yang penting ditulis? Dan kenapa aku harus menulis hal-hal penting? Tapi aku barusan menemukan sebuah tulisan di media sosial, bunyinya kira-kira begini “Y’all if yall didnt get this, it does NOT mean that you are loved less. People love differently.” Di sebuah video seorang mbak-mbak yang dilamar dengan sangat-sangat-sangat-sangat indah dan manis. Sekilas kalimat itu memang...

alasan-alasan membosankan saat mencintai seseorang

Saat pertama kali teman-temanku tahu aku pacaran, mereka mungkin berpikir bahwa aku hanya terobsesi dengan salah satu followerku yang sama-sama suka anime. Meski salah satu alasannya juga itu, tapi ada beberapa alasan lain sebenarnya.  Aku gengsi mengakui kalau dia lucu bahkan sebelum jadi milikku. Tapi ya begitulah. Tidak ada alasan untuk aku bilang lucu karena kelucuan tidak boleh disematkan kepada laki-laki asing. Tapi kemudian, tiba-tiba saja dia jadi milikku. Aku gembira saat tahu kalau orang yang sering lewat di story instagram itu menjadi orang yang pesannya kusematkan sampai hari ini. Dan menelfonku tiap hari. Soalnya kalau tidak ditelfon aku ngomel-ngomel kayak kucing.  Aku pemalas dan gengsi mengakui di depan orang-orang kalau aku ini sangat menyukainya, aku yang selalu bilang kalau dia itu orang yang menyebalkan, dan aneh. Tapi lebih dari itu, aku senang karena pikirannya seperti pikiranku tapi versi lebih jahat. Tak masalah sebenarnya (bukan berarti aku menyukai pe...

Pertanyaan yang disimpan

 Dulu sekali, aku sempat berpikir, mungkin jatuh cinta adalah kondisi dimana aku harus pintar-pintar membungkam ratusan pertanyaan dan rasa sakit supaya seseorang tidak pergi. Tapi apakah pada akhirnya aku cuma jadi orang yang hidup demi menyenangkan orang lain? Lalu apa artinya hidupku ini?  Setidakbisanya aku menjalani kehidupanku sendiri dan sangat takut ditinggalkan membuatku berpikir bodoh. Tapi begitu yang sering kulihat. Perempuan-perempuan lain juga banyak yang demikian. Saat sesuatu membuat kita khawatir, kita dituntut untuk tidak boleh bereaksi berlebihan. Saat kita menangis dan kesepian, kita dituntut untuk mengerti. Ketika ada sesuatu yang membuat kita cemburu, kita harus menyimpan perasaan itu dalam-dalam.  Perempuan itu seharusnya dicintai seperti apa sih? Apa cuma sebagai pelengkap laki-laki yang kesepian dan mesin pembuat anak saja? Bukan kan... Lalu, kenapa kita yang diciptakan tuhan dengan segenap cinta dan kasih sayang ini dipaksa seperti mesin. Dipaksa...

Bicara sendiri

 Ada banyak hal yang berubah. Mungkin diriku sendiri juga berubah. Beberapa orang yang dulu kuanggap sangat keren, kini terlihat biasa saja. Bahkan orang yang dulu tidak begitu kusukai ternyata sekarang bisa memakluminya. Entah aku yang banyak berubah, atau cara pandangku, atau apa? Aku tidak terlalu mengerti, juga tidak terlalu ambil pusing.  Aku ini, ingin sekali menjadi penulis. Tapi sesekali, aku takut tulisanku dibaca oleh orang lain. Aku selalu ingin orang lain menerima hal-hal yang baik saja dari diriku, dan sialnya aku bahkan tidak tahu apa hal baik yang bisa kubagi dalam tulisan yang aku buat. Mungkin disitulah alasan kenapa aku harus banyak membaca buku, lagi, setiap hari, entah sampai kapan.  Hidupku ini tenang. Tenang sekali. Aku melakukan sesuatu yang sama setiap hari. Jujur aku menyukai ketenangan ini, semua seolah sesuai dengan apa yang kuharapkan. Aku senang, karena dulu tak begini hidupku. Aku harus berapa kali bilang kalau aku bersyukur ya? Ya Allah, aku...

Setelah gerimis di Jogja

Aku berterima kasih karena tahun lalu hal paling sedih yang aku temui hanya ketika Gojo Satoru mati dan Eren dipenggal. Setelahnya, tidak ada hal-hal buruk yang membuatku sesenggukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Perasaan tenang dan menyenangkan itu yang membuatku semakin menyukainya.  Sesekali aku melihat jalanan Jogja yang gerimis di pagi hari, melewati lampu merah Tugu Jogja dan berhenti sejenak. Hidup ini yang mungkin kuimpikan beberapa tahun lalu. Kerja sebagai content creator di bidang teknologi, gaji yang cukup untuk membuatku hidup, teman yang baik, dan kekasih yang menyayangiku.  Kalau dulu aku ingat pernah harus memakai flatshoes 35k yang sudah jebol berminggu-minggu dan harus jalan kaki menyusuri Semarang yang panas, rasanya hari ini cukup sekali. Apalagi mengingat saat aku disakiti oleh orang-orang di masa lalu dan membuatku gerd 3 bulan dengan berat badan turun drastis saking bodohnya. Aku beruntung karena aku tidak melakukan hal bodoh lain dan terus melakukan b...

Rengganis

Gambar
Namaku Rengganis, dan aku membenci banyak orang. Termasuk juga ayahku sendiri yang suka memukul ibu. Pembukaan cerita dengan awalan perkenalan memang sangat membosankan. Tapi memang begitulah hidupku. Sangat membosankan. Tapi aku masih tetap hidup karena beberapa alasan. Pertama, karena ibu. Kedua, karena aku tak tahu caranya mati.  Rengganis itu, nama pemberian  ibuku. Ayahku yang hobinya memukul kepala orang itu tidak mungkin kepikiran memberi nama kepada bayinya. Bahkan, saat aku masih kecil, ayah mengunciku di dalam lemari dan ia bercumbu dengan wanita lain di depan lemari. Padahal saat itu, ibu pergi bekerja dan aku sedang kelaparan.  Saat tumbuh dewasa, ibu bilang semua laki-laki  jahat. Jadi aku tidak mau menikah. Aku takut sekali kalau pipiku ditampar dan rambutku dijambak. Ayah selalu berlaku begitu kepadaku dan kepada ibu. Semenjak kejadian itu, setiap hari ibu selalu mengganti sprei kamar sambil menangis. Katanya, itu bekas perempuan lain. Bekas luka yang ...

Kematian Mantan Kekasih

Gambar
Di tumpukan buku dan kertas usang, seseorang tengah menyelinap dan memasukkan kedua bola matanya diam-diam. Bola mata itu bersembunyi di sebuah buku tentang cinta pada Halaman 75. Halaman yang acak, yang setiap orang membacanya juga jarang mengingat kata-kata di dalamnya. Bola mata itu lalu mengintip dari dalam buku, seorang perempuan dengan raut muka biasa saja. Mengetik sesuatu di laptopnya. Seingatnya, sudah ratusan kali ia melakukan hal semacam itu dan berakhir dengan merenung dan tidur di meja kerja.  Tempo hari, seorang laki-laki masuk ke dalam kamarnya. Mereka bercumbu kemudian menatap atap sama-sama. Perbincangan soal bagaimana hari-hari lalu membuat salah satunya meneteskan air mata. Musik yang berisik dan lorong-lorong di depan kamar yang dipenuhi riuhnya pertanyaan soal rencana membuat suasana semakin pelik. Setiap kali pertanyaan muncul, hanya ada anggukan yang keluar. Ah, sebuah jawaban yang selalu ingin dimengerti oleh sepasang mata.  Siang hari, perempuan berwaj...

Melukis kalimat panjang di kanvas penuh bercak darahmu

Gambar
Betapa kali ini aku mempelajari bahasa rindu paling sempurna. Sejak kepergianmu hari itu, malam-malam panjang aku selalu berusaha memberikan ruang kosong paling luas di   hatiku, merawatmu di sudut kenangan, kusimpan kau sebaik mungkin di antara degup jantung, aliran darah, pendengaranku, dan keterjagaanku. Semata, agar aku tetap melihatmu ada di semesta yang kubuat. Sayang, tentu saja kau tak pernah meninggalkanku. Kau sendiri kan yang berjanji? Bagaimana mungkin kamu membiarkan aku kebingungan dari banyaknya pertanyaan tentang keberadaanmu? Bagaimana mungkin kamu membiarkan aku tercekik dan menangis karena keberadaanmu yang aku tak tahu. Lihat, kekasih macam apa aku ini, bahkan tidak mengerti apakah kita masih berada di dunia yang sama atau tidak. Tetapi sayang, aku akan tetap melihatmu di sudut ruangan paling dingin, tersenyum, melukis dengan serius seperti biasanya. Aku tetap membuatkanmu kopi setiap hari, aku tetap menyiapkan   makanan di meja makan, aku selalu membuk...

Kiranya begitulah menjadi orang yang kucintai

Aku sangat menyesal mengapa tak lebih lama lagi aku memelukmu di hari itu. Kalau saja aku tahu pertemuan kita akan ditunda lagi kali ini, aku akan melakukan ritual paling menyenangkan sekaligus menyedihkan itu kemarin.  Menghabiskan waktu di depan buku usang dan setitik tinta berwarna hitam pekat ini benar-benar menyebalkan. Aku selalu berusaha memilih kalimat paling indah untuk kukirimkan kepadamu. Tapi sebenarnya keindahan itu yang seperti apa sayang? Apakah ia yang selalu kulihat saat kedua tatap kita bertemu? Atau hanya berhenti pada kalimat sampah yang keluar dari tangan perempuan cerewet dan menyebalkan?  Dari sudut pandang mana lagi aku harus menulis kamu? Bahasa rindu apalagi yang harus kugunakan? Karena aku sudah terlalu banyak menuangkan kata-kata di setiap perjalanan panjang kita, karena yang aku miliki juga tak lebih dari sehimpun kata-kata.  Kubaca beberapa karya orang lain soal arti cinta. Atau hal-hal yang lebih rumit dari itu. Aku semakin ingin mengenalmu ...