Cerita sebelum tidur
Aku merasa tidak terlalu pandai menulis sesuatu yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Seperti kalimat-kalimat penenang, penyemangat, atau hal-hal sejenisnya. Selama ini, yang kulakukan hanya menulis semua yang ada di otakku. Atau saat aku merasa hilang waras, aku mencoba menulis sesuatu, kemudian aku bisa menangis kencang-kencang dan makan lebih banyak ayam. Sejak kecil, aku sangat menyukai menulis. Surat-suratan dengan seseorang terasa sangat menyenangkan. Aku juga sering menulis sesuatu tentang orang yang kusukai secara diam-diam di sebuah buku yang ada gemboknya. Ah, aku lupa menaruhnya dimana. Tapi diam-diam aku menyukainya. Orang itu. Dia anak pendiam yang kulitnya cerah. Pandai mengaji, bisa bahasa inggris, punya selera humor yang bagus, dan yang paling penting.. dia laki-laki pendiam. Aku selalu suka dengan laki-laki pendiam. Semua laki-laki yang banyak bicara membuatku lelah. Jadi melihat laki-laki pendiam membuatku punya kekuasaan penuh untuk memimpin jalannya pe...