Postingan

Sebuah cerita

Membaca lembaran rasa lelah

Kata beberapa laki-laki yang sempat jatuh cinta padaku, aku ini egois. Mungkin itu benar, karena yang bilang tidak cuma satu. Selama ini aku selalu di mode survival dengan begitu erat melindungi diriku sendiri dari orang lain, mungkin usahaku itu justru disalahartikan menjadi egois? Atau memang aku ini egois tanpa sadar? Entahlah.  Aku juga paling benci kalau dibilang bodoh, payah, goblok. Rasanya lebih enak kalau orang lain justru mencaciku dengan sebutan bangsat, anjing, asu, jancok, dan sejenisnya. Aku ingat betul saat bapak-bapak ojol bilang aku payah karena aku kuliah di jurusan teknologi tapi aku tidak bisa memberi jawaban yang memuaskan saat dia protes kenapa orderannya sedikit padahal dia sudah stay di titik paling strategis di daerah itu. Bahkan dia sempat memergoki justru client memesan ojol yang jaraknya jauh dari sana. Itu salah aplikasi, katanya. Lalu aku hanya menjelaskan beberapa kemungkinan. Tapi dia tidak terima dan mengataiku anak payah. MUNGKIN AKU HARUS BILANG K...

Cerita soal mengapa

Gambar
Aku suka melihat video tentang Jepang terutama Sapporo. Di kamarku, ada sebuah benda yang kugunakan untuk menggantungkan tulisan dan foto-foto tentang orang yang kusayangi; serta sesuatu yang berarti untukku. Salah satu dari tulisan itu adalah impian yang juga kugantungkan, aku ingin ke Sapporo, suatu hari. Kenapa? Entahlah, ingin saja. Seperti halnya aku suka warna pink. Tidak ada alasan apa-apa, cuma ingin. Ah, tulisan itu tadi hanya caraku untuk melupakan pemikiran tentang hal-hal aneh.  Aku pernah berkhayal, kalau dulu itu, waktu ibuku sempat beberapa tahun pergi, ibuku mungkin berada di kahyangan. Dimana itu kahyangan? Di langit. Tidur di atas awan, bersama dengan peri-peri (Seperti yang digambarkan Indosiar tahun 2009). Sering aku diam di jendela dan mengamati langit. Siapa tahu, ibu akan diam-diam melirikku dan terbang, pulang. Menunggu itu sudah kulakukan sejak aku belum mengerti apa yang membuat pensil inul bisa diberi nama pensil inul. Lalu, beberapa tahun setelahnya aku ...

Ditelan rasa takut

Mungkin aku akan menyesal seumur hidup dengan keputusan ini, atas begitu banyak ketakutan dan keegoisanku. Mungkin, aku akan menangisi tulisan ini di sudut ruangan dengan  badan yang ditimpa penyesalan suatu hari. Mungkin aku akan menemukan banyak hal-hal yang membuatku ingat betapa aku sangat pengecut dan takut. Lalu, aku menyalahkan kehidupan dan mengemis seperti tidak tahu malu kepada tuhan agar bisa dilapangkan rasa sakitnya. Mungkin aku akan menjadi orang dengan banyak penyesalan sampai aku mati.  Aku tidak terlalu pandai menjalani hidup dan selalu bingung dengan banyak hal, tapi dulu aku bisa melewatinya. Aku berhasil menjalani hidup menderita, sebagai orang miskin, sebagai orang pelosok, sebagai orang bodoh yang tidak mengerti banyak hal, dan sebagai bahan bersyukur orang lain. Aku bisa. Aku bisa melewati banyak hal sebelum ini. Tapi ketika aku harus dihadapkan dengan pilihan yang satu ini, rasanya aku tidak pernah mampu. Aku tidak pandai memahami diriku sendiri, juga m...

Sulitnya berperilaku normal

Aku mengingat hal yang membuatku seperti kehilangan begitu banyak daya hidup. Tapi hanya bisa kujelaskan beberapa saja karena di antaranya aku tidak juga begitu paham. Pertama adalah ketika aku sakit. Kedua, saat aku sembuh dari sakit. Hahahaha aku juga kurang mengerti tentang ini, tapi aku begitu frustrasi. Mungkin kalau bisa memilih, aku mau jadi bola-bola ubi.  Bolehkah aku menghabiskan uangku dan makan sesuatu yang sangat kusukai malam ini? Aku begitu stress dan ingin menangis. Menanggapi banyak hal yang muncul dari kepalaku sendiri terasa begitu memuakkan, aku bahkan secara tak sadar sering memarahi orang lain dan aku tidak menyukai itu. Aku marah-marah padahal aku menyayangi mereka. Tapi rasanya aku begitu lelah, semua hal seperti banyak yang kulewatkan dan aku begitu bingung.  Di beberapa hujan yang biasanya kuamati perlahan, aku jadi tidak terlalu peduli, sebagian tubuhku terus dikikis oleh sesuatu yang aku sendiri tidak tahu, mungkin itu yang membuat  begitu lela...

Bagaimana cara membuat orang jatuh cinta? Sebuah tulisan yang cocok dibaca anak SMA

Aku terlalu mengantuk untuk menuliskan berapa banyak jatuh suka yang kulalui dari zaman aku sekolah sampai saat ini. Sebelum ini, aku selalu merasa jatuh suka yang begitu hebat, membuatku begitu salah tingkah, juga takut melakukan beberapa hal saat ada di dekatnya.  Kemudian, saat aku akhirnya mengetahui sedikit banyak tentang orang itu. Aku mulai membuat banyak skenario aneh dan lucu-lucu. Kukurung dia di kepalaku, kumainkan sebuah drama romance komedi yang tidak pernah habis. Imajinasi itu mengganggu tidurku dan membuatku malas belajar.  Aku tidak tahu bagaimana cara jatuh cinta yang tidak membuat tolol. Karena setiap kali aku menyukai seseorang, kecerdasanku seperti terhisap habis. Aku jadi perempuan yang tidak mengerti banyak hal dan melakukan kebodohan yang kusesali kemudian hari.  Aku sudah membaca banyak buku semacam tutorial agar tidak menjadi anak perempuan bodoh yang pintar matematika dan pintar bersikap manis di depan orang yang kusukai. Tapi tidak pernah manju...

Hal-hal yang mama tidak tahu

 Mama selalu menganggapku sebagai anak pemarah yang hanya suka makanan enak-enak. Dia tidak tahu, bagaimana saat aku jatuh cinta, atau sedang menyukai sesuatu. Aku bisa makan sambel terong selama satu semester dan aku masih menyukainya sampai sekarang. Mama tidak tahu, apa yang selalu kulakukan saat melihat mata seseorang yang luasnya adalah lautan. Mama tidak peduli seberapa banyak aku menulis kata-kata cinta dan betapa delusionalnya aku saat malam, membayangkan skenario aneh dan lucu-lucu, berdoa supaya itu terjadi, tapi dengan versi yang lebih baik lagi. Mama tidak tahu itu. Mama tidak akan pernah tahu.  Mama tidak menyukai aku yang sering melihat ke cermin. Membuat pekerjaanku jadi lama, lemot, lelet, menyebalkan. Mama tidak tahu berapa banyak yang harus kupastikan untuk mengkonfirmasi bahwa yang diucapkannya tentang rambutku yang bagus, mataku yang cantik, dan aku yang selalu terlihat menyenangkan ini benar.  Mama hanya suka ngomel-ngomel dan membandingkan aku dengan...

Belajar menderita dari Levi Ackerman

Gambar
  Ini bermula saat aku ingin membuat produk baru dari manik-manik buatanku. Salah satu orang terdekatku merekomendasikan untuk membuat karakter Attack on Titan. Aku memang suka AoT sejak lama, tapi itu lama sekali. Mungkin lebih dari 2 tahun terakhir aku benar-benar menangis dan meratapi betapa brengsek dan sedihnya ending anime itu. Dan begitulah, sebagai orang yang sering menangisi anime, aku memiliki pemikiran aneh dan beraneka macam. Lelah sekali kadang jika harus menjelaskan, makanya aku memilih untuk menulisnya beberapa.  Lalu aku mengingat Levi. Awal kemunculan Levi membuatku begitu gembira, seperti seseorang yang berada di tengah gurun, kemudian dengan tidak sengaja menemukan satu galon le mineral. Perasaan sangat senang yang meledak-ledak itu memenuhi dadaku setiap kali aku melihat karakter itu. Sesuatu yang janggal dan gila yang hanya bisa dimengerti oleh diriku sendiri mungkin, juga sebagai orang yang tidak terlalu punya banyak waktu menjelaskan panjang lebar ke ora...