Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Cerita soal mengapa

Gambar
Aku suka melihat video tentang Jepang terutama Sapporo. Di kamarku, ada sebuah benda yang kugunakan untuk menggantungkan tulisan dan foto-foto tentang orang yang kusayangi; serta sesuatu yang berarti untukku. Salah satu dari tulisan itu adalah impian yang juga kugantungkan, aku ingin ke Sapporo, suatu hari. Kenapa? Entahlah, ingin saja. Seperti halnya aku suka warna pink. Tidak ada alasan apa-apa, cuma ingin. Ah, tulisan itu tadi hanya caraku untuk melupakan pemikiran tentang hal-hal aneh.  Aku pernah berkhayal, kalau dulu itu, waktu ibuku sempat beberapa tahun pergi, ibuku mungkin berada di kahyangan. Dimana itu kahyangan? Di langit. Tidur di atas awan, bersama dengan peri-peri (Seperti yang digambarkan Indosiar tahun 2009). Sering aku diam di jendela dan mengamati langit. Siapa tahu, ibu akan diam-diam melirikku dan terbang, pulang. Menunggu itu sudah kulakukan sejak aku belum mengerti apa yang membuat pensil inul bisa diberi nama pensil inul. Lalu, beberapa tahun setelahnya aku ...

Ditelan rasa takut

Mungkin aku akan menyesal seumur hidup dengan keputusan ini, atas begitu banyak ketakutan dan keegoisanku. Mungkin, aku akan menangisi tulisan ini di sudut ruangan dengan  badan yang ditimpa penyesalan suatu hari. Mungkin aku akan menemukan banyak hal-hal yang membuatku ingat betapa aku sangat pengecut dan takut. Lalu, aku menyalahkan kehidupan dan mengemis seperti tidak tahu malu kepada tuhan agar bisa dilapangkan rasa sakitnya. Mungkin aku akan menjadi orang dengan banyak penyesalan sampai aku mati.  Aku tidak terlalu pandai menjalani hidup dan selalu bingung dengan banyak hal, tapi dulu aku bisa melewatinya. Aku berhasil menjalani hidup menderita, sebagai orang miskin, sebagai orang pelosok, sebagai orang bodoh yang tidak mengerti banyak hal, dan sebagai bahan bersyukur orang lain. Aku bisa. Aku bisa melewati banyak hal sebelum ini. Tapi ketika aku harus dihadapkan dengan pilihan yang satu ini, rasanya aku tidak pernah mampu. Aku tidak pandai memahami diriku sendiri, juga m...

Sulitnya berperilaku normal

Aku mengingat hal yang membuatku seperti kehilangan begitu banyak daya hidup. Tapi hanya bisa kujelaskan beberapa saja karena di antaranya aku tidak juga begitu paham. Pertama adalah ketika aku sakit. Kedua, saat aku sembuh dari sakit. Hahahaha aku juga kurang mengerti tentang ini, tapi aku begitu frustrasi. Mungkin kalau bisa memilih, aku mau jadi bola-bola ubi.  Bolehkah aku menghabiskan uangku dan makan sesuatu yang sangat kusukai malam ini? Aku begitu stress dan ingin menangis. Menanggapi banyak hal yang muncul dari kepalaku sendiri terasa begitu memuakkan, aku bahkan secara tak sadar sering memarahi orang lain dan aku tidak menyukai itu. Aku marah-marah padahal aku menyayangi mereka. Tapi rasanya aku begitu lelah, semua hal seperti banyak yang kulewatkan dan aku begitu bingung.  Di beberapa hujan yang biasanya kuamati perlahan, aku jadi tidak terlalu peduli, sebagian tubuhku terus dikikis oleh sesuatu yang aku sendiri tidak tahu, mungkin itu yang membuat  begitu lela...