Sulitnya berperilaku normal
Aku mengingat hal yang membuatku seperti kehilangan begitu banyak daya hidup. Tapi hanya bisa kujelaskan beberapa saja karena di antaranya aku tidak juga begitu paham. Pertama adalah ketika aku sakit. Kedua, saat aku sembuh dari sakit. Hahahaha aku juga kurang mengerti tentang ini, tapi aku begitu frustrasi. Mungkin kalau bisa memilih, aku mau jadi bola-bola ubi.
Bolehkah aku menghabiskan uangku dan makan sesuatu yang sangat kusukai malam ini? Aku begitu stress dan ingin menangis. Menanggapi banyak hal yang muncul dari kepalaku sendiri terasa begitu memuakkan, aku bahkan secara tak sadar sering memarahi orang lain dan aku tidak menyukai itu. Aku marah-marah padahal aku menyayangi mereka. Tapi rasanya aku begitu lelah, semua hal seperti banyak yang kulewatkan dan aku begitu bingung.
Di beberapa hujan yang biasanya kuamati perlahan, aku jadi tidak terlalu peduli, sebagian tubuhku terus dikikis oleh sesuatu yang aku sendiri tidak tahu, mungkin itu yang membuat begitu lelah. Aku seperti terus bergerak sedangkan tenagaku dimakan oleh sesuatu yang lain(?) Atau orang-orang yang baru sembuh dari sakit sebulan memang berperilaku menyebalkan seperti ini? Mungkin cuma aku.
Seperti halnya Yuzu yang berlagak seperti badut, aku juga merasakan hal yang amat sangat menyedihkan. Sebuah perasaan yang membuatku begitu menderita dan ketakutan, tapi di satu waktu aku tidak ingin mengerjakan apa pun. Seolah aku ingin membiarkan hidupku menjadi pecundang kemudian mati tanpa menimbulkan banyak kesedihan suatu hari. Tapi bukan begitu yang kuinginkan di hati kecilku yang jauh, yang entah kutaruh mana hatiku yang kecil itu.
Pendewasaan yang membuatku begitu muak ini memang terus-menerus kualami sebagai perempuan. Juga sebagai orang yang merasakan hal aneh dan pemalas sepertiku mungkin, jadi kuakui kalau aku memiliki begitu banyak alasan konyol untuk tidak melakukan hal apapun dan membuatku terlihat sangat bodoh. Dulu aku tidak begini, entah apa yang menjadikanku seperti ini.
Setiap kali mendengar banyak orang-orang bodoh yang melakukan hal seenaknya dan terus membuat banyak orang kerepotan, aku marah. Tapi sekarang, aku melakukan banyak hal bodoh yang merepotkan orang lain dan justru aku yang marah-marah. Itu juga yang membuatku serba salah dan begitu hampa. Atau bagaimana sebaiknya? Ah, aku tidak begitu mengerti dengan hal-hal itu tapi aku ingin hidup sebagai orang yang tidak berurusan dengan banyak orang. Ah, tapi aku takut kesepian. Menulis hal ini begitu menakutkan, menakutkan sekali sampai aku harus menahan begitu banyak rasa lapar. Mungkin orang-orang itu tidak bersalah, mungkin aku yang begitu bodoh menanggapi dan menyayangi orang lain.
You can take ur leave. Take a rest, and do not think too much... It's a normal thing.
BalasHapusSemangat!