Postingan

Belajar menderita dari Levi Ackerman

Gambar
  Ini bermula saat aku ingin membuat produk baru dari manik-manik buatanku. Salah satu orang terdekatku merekomendasikan untuk membuat karakter Attack on Titan. Aku memang suka AoT sejak lama, tapi itu lama sekali. Mungkin lebih dari 2 tahun terakhir aku benar-benar menangis dan meratapi betapa brengsek dan sedihnya ending anime itu. Dan begitulah, sebagai orang yang sering menangisi anime, aku memiliki pemikiran aneh dan beraneka macam. Lelah sekali kadang jika harus menjelaskan, makanya aku memilih untuk menulisnya beberapa.  Lalu aku mengingat Levi. Awal kemunculan Levi membuatku begitu gembira, seperti seseorang yang berada di tengah gurun, kemudian dengan tidak sengaja menemukan satu galon le mineral. Perasaan sangat senang yang meledak-ledak itu memenuhi dadaku setiap kali aku melihat karakter itu. Sesuatu yang janggal dan gila yang hanya bisa dimengerti oleh diriku sendiri mungkin, juga sebagai orang yang tidak terlalu punya banyak waktu menjelaskan panjang lebar ke ora...

Lelehan Es Krim di Tangan Anak Cengeng

Di banyak tempat, di beberapa kejadian penting yang aku alami, di ratusan orang yang kutemui, kusukai, kutangisi kepergiannya, kurindui kalau tidak ada, dan kusayangi, aku menemukan diriku sendiri nyengir sambil memegang es krim stroberi meleleh di tanganku. Seseorang yang selalu merasakan ketakutan parah di setiap jam 12 malam. Melalui hal-hal yang tidak tahu harus diapakan perasaannya. Rasanya tidak akan pernah cukup untuk senyuman manis-manis dan ungkapan sayang-sayang itu menyelimutinya. Lalu, apakah semua orang harus menemaninya tidur di sebuah alun-alun? Berjejer dan menyayanginya sambil menceritakan dongeng-dongeng bodoh dan lucu-lucu?  Aku teringat saat aku masih hidup di Tembalang, saat berjalan di gang kecil di daerah Perumda, aku tiba-tiba punya pikiran untuk menjadi kaya dan memonopoli hidup semua orang. Semua yang kusayangi berada di satu tempat yang sama, menyayangiku. Tidak ada yang boleh pergi meskipun ada orang yang lebih mereka sayangi dibandingkan aku. Lalu, mere...

Tulisan Aneh

Ini sudah yang ke-10 tahun aku menulis tentang cinta. Isinya berubah setiap hari. Setiap aku menemukan hal baru dan bertemu dengan banyak orang lain, aku tiba-tiba berubah pikiran. Soal banyak hal. Tentu saja. Mungkin ini mengecewakan. Tapi begitulah, aku tidak pernah ingin memiliki perasaan takut karena rasa kecewa orang lain. Yang kurasakan kini adalah, aku tidak tahu apapun. Maaf, karena jika ingin menambah pengetahuan atau sedang mencari tulisan yang menjejalimu dengan kalimat mendayu dan indah-indah, kurasa aku sudah tidak memilikinya sekarang. Apa itu indah? Apa itu kata-kata? Apa yang seharusnya kutulis? Apa yang penting ditulis? Dan kenapa aku harus menulis hal-hal penting? Tapi aku barusan menemukan sebuah tulisan di media sosial, bunyinya kira-kira begini “Y’all if yall didnt get this, it does NOT mean that you are loved less. People love differently.” Di sebuah video seorang mbak-mbak yang dilamar dengan sangat-sangat-sangat-sangat indah dan manis. Sekilas kalimat itu memang...

alasan-alasan membosankan saat mencintai seseorang

Saat pertama kali teman-temanku tahu aku pacaran, mereka mungkin berpikir bahwa aku hanya terobsesi dengan salah satu followerku yang sama-sama suka anime. Meski salah satu alasannya juga itu, tapi ada beberapa alasan lain sebenarnya.  Aku gengsi mengakui kalau dia lucu bahkan sebelum jadi milikku. Tapi ya begitulah. Tidak ada alasan untuk aku bilang lucu karena kelucuan tidak boleh disematkan kepada laki-laki asing. Tapi kemudian, tiba-tiba saja dia jadi milikku. Aku gembira saat tahu kalau orang yang sering lewat di story instagram itu menjadi orang yang pesannya kusematkan sampai hari ini. Dan menelfonku tiap hari. Soalnya kalau tidak ditelfon aku ngomel-ngomel kayak kucing.  Aku pemalas dan gengsi mengakui di depan orang-orang kalau aku ini sangat menyukainya, aku yang selalu bilang kalau dia itu orang yang menyebalkan, dan aneh. Tapi lebih dari itu, aku senang karena pikirannya seperti pikiranku tapi versi lebih jahat. Tak masalah sebenarnya (bukan berarti aku menyukai pe...

Pertanyaan yang disimpan

 Dulu sekali, aku sempat berpikir, mungkin jatuh cinta adalah kondisi dimana aku harus pintar-pintar membungkam ratusan pertanyaan dan rasa sakit supaya seseorang tidak pergi. Tapi apakah pada akhirnya aku cuma jadi orang yang hidup demi menyenangkan orang lain? Lalu apa artinya hidupku ini?  Setidakbisanya aku menjalani kehidupanku sendiri dan sangat takut ditinggalkan membuatku berpikir bodoh. Tapi begitu yang sering kulihat. Perempuan-perempuan lain juga banyak yang demikian. Saat sesuatu membuat kita khawatir, kita dituntut untuk tidak boleh bereaksi berlebihan. Saat kita menangis dan kesepian, kita dituntut untuk mengerti. Ketika ada sesuatu yang membuat kita cemburu, kita harus menyimpan perasaan itu dalam-dalam.  Perempuan itu seharusnya dicintai seperti apa sih? Apa cuma sebagai pelengkap laki-laki yang kesepian dan mesin pembuat anak saja? Bukan kan... Lalu, kenapa kita yang diciptakan tuhan dengan segenap cinta dan kasih sayang ini dipaksa seperti mesin. Dipaksa...

Bicara sendiri

 Ada banyak hal yang berubah. Mungkin diriku sendiri juga berubah. Beberapa orang yang dulu kuanggap sangat keren, kini terlihat biasa saja. Bahkan orang yang dulu tidak begitu kusukai ternyata sekarang bisa memakluminya. Entah aku yang banyak berubah, atau cara pandangku, atau apa? Aku tidak terlalu mengerti, juga tidak terlalu ambil pusing.  Aku ini, ingin sekali menjadi penulis. Tapi sesekali, aku takut tulisanku dibaca oleh orang lain. Aku selalu ingin orang lain menerima hal-hal yang baik saja dari diriku, dan sialnya aku bahkan tidak tahu apa hal baik yang bisa kubagi dalam tulisan yang aku buat. Mungkin disitulah alasan kenapa aku harus banyak membaca buku, lagi, setiap hari, entah sampai kapan.  Hidupku ini tenang. Tenang sekali. Aku melakukan sesuatu yang sama setiap hari. Jujur aku menyukai ketenangan ini, semua seolah sesuai dengan apa yang kuharapkan. Aku senang, karena dulu tak begini hidupku. Aku harus berapa kali bilang kalau aku bersyukur ya? Ya Allah, aku...

Setelah gerimis di Jogja

Aku berterima kasih karena tahun lalu hal paling sedih yang aku temui hanya ketika Gojo Satoru mati dan Eren dipenggal. Setelahnya, tidak ada hal-hal buruk yang membuatku sesenggukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Perasaan tenang dan menyenangkan itu yang membuatku semakin menyukainya.  Sesekali aku melihat jalanan Jogja yang gerimis di pagi hari, melewati lampu merah Tugu Jogja dan berhenti sejenak. Hidup ini yang mungkin kuimpikan beberapa tahun lalu. Kerja sebagai content creator di bidang teknologi, gaji yang cukup untuk membuatku hidup, teman yang baik, dan kekasih yang menyayangiku.  Kalau dulu aku ingat pernah harus memakai flatshoes 35k yang sudah jebol berminggu-minggu dan harus jalan kaki menyusuri Semarang yang panas, rasanya hari ini cukup sekali. Apalagi mengingat saat aku disakiti oleh orang-orang di masa lalu dan membuatku gerd 3 bulan dengan berat badan turun drastis saking bodohnya. Aku beruntung karena aku tidak melakukan hal bodoh lain dan terus melakukan b...