Postingan

Melukis kalimat panjang di kanvas penuh bercak darahmu

Gambar
Betapa kali ini aku mempelajari bahasa rindu paling sempurna. Sejak kepergianmu hari itu, malam-malam panjang aku selalu berusaha memberikan ruang kosong paling luas di   hatiku, merawatmu di sudut kenangan, kusimpan kau sebaik mungkin di antara degup jantung, aliran darah, pendengaranku, dan keterjagaanku. Semata, agar aku tetap melihatmu ada di semesta yang kubuat. Sayang, tentu saja kau tak pernah meninggalkanku. Kau sendiri kan yang berjanji? Bagaimana mungkin kamu membiarkan aku kebingungan dari banyaknya pertanyaan tentang keberadaanmu? Bagaimana mungkin kamu membiarkan aku tercekik dan menangis karena keberadaanmu yang aku tak tahu. Lihat, kekasih macam apa aku ini, bahkan tidak mengerti apakah kita masih berada di dunia yang sama atau tidak. Tetapi sayang, aku akan tetap melihatmu di sudut ruangan paling dingin, tersenyum, melukis dengan serius seperti biasanya. Aku tetap membuatkanmu kopi setiap hari, aku tetap menyiapkan   makanan di meja makan, aku selalu membuk...

Kiranya begitulah menjadi orang yang kucintai

Aku sangat menyesal mengapa tak lebih lama lagi aku memelukmu di hari itu. Kalau saja aku tahu pertemuan kita akan ditunda lagi kali ini, aku akan melakukan ritual paling menyenangkan sekaligus menyedihkan itu kemarin.  Menghabiskan waktu di depan buku usang dan setitik tinta berwarna hitam pekat ini benar-benar menyebalkan. Aku selalu berusaha memilih kalimat paling indah untuk kukirimkan kepadamu. Tapi sebenarnya keindahan itu yang seperti apa sayang? Apakah ia yang selalu kulihat saat kedua tatap kita bertemu? Atau hanya berhenti pada kalimat sampah yang keluar dari tangan perempuan cerewet dan menyebalkan?  Dari sudut pandang mana lagi aku harus menulis kamu? Bahasa rindu apalagi yang harus kugunakan? Karena aku sudah terlalu banyak menuangkan kata-kata di setiap perjalanan panjang kita, karena yang aku miliki juga tak lebih dari sehimpun kata-kata.  Kubaca beberapa karya orang lain soal arti cinta. Atau hal-hal yang lebih rumit dari itu. Aku semakin ingin mengenalmu ...

Meniup Percakapan Panjang di Balik Kekacauan yang Indah

Gambar
Pagi terakhir di kesempatan pertemuanku denganmu. Kutenteng koper merah jambu dan merengek dengan kesal. Bibirku masih ingin meniupkan beberapa kalimat panjang, juga badanku belum siap untuk dicabik-cabik kesepian. Kalau lima menit lagi aku tak bersama denganmu? Apa kamu akan merindukan aku?  Aku masih ingin melingkarkan kedua lenganku di bahumu, juga mengacak-acak rambutmu hingga berantakan. Aku selalu menginginkan pelukan hangat yang menyelimutiku saat ketakutan tiba-tiba datang dan memarahiku. Aku ingin terus berada di depan dadamu. Menjadi seseorang yang mendengar dengan jelas degup yang setiap menit kusukai.  Tapi pagi terakhir telah tiba dan kamu mengantarku ke tempat perpisahan paling tidak kusukai. Meskipun beberapa malam panjang telah kita habiskan, meskipun beberapa ciuman panjang telah kita lakukan, meskipun kedua tubuh kita melebur menjadi jutaan kalimat puisi yang utuh, meskipun demikian aku masih tetap ingin tinggal; dipelukanmu; setidaknya untuk selamanya. ...

Surat Tanpa Alamat

Gambar
Untuk Laksmi, Kamu tahu betapa sulitnya seseorang menulis kalimat pertama? Sampai aku harus merenung dan diam beberapa menit  di depan mesin ketik ini setiap hari. Begitulah kebingungan yang selalu menerpa kepalaku sayang. Perbedaan waktu di tanah yang kita pijak mungkin bisa membuat pesan ini terkirim begitu lama. Ah, aku selalu ingin berdoa kepada tuhan agar suatu hari, di kemajuan zaman yang entah tahun ke berapa, manusia bisa dituntun untuk menciptakan sebuah alat komunikasi yang lebih praktis. Jadi jika ada orang yang sedang jatuh cinta seperti kita, mereka tak perlu menghabiskan banyak waktu untuk menunggu.  Sayang, aku baru saja pulang ke rumah. Tentu saja ada banyak hal yang terjadi dan aku tak menemukanmu dimanapun. Aku meniti berbagai sudut kota dan mencari aroma tubuhmu di setiap benda di sana. Tapi yang kutemui ternyata hanya dongeng-dongeng aneh yang bohong dan bilang engkau telah tiada. Mana mungkin? Tak mungkin kamu meninggalkan aku sendiri di tempat ini.  ...

Percakapan Alina Soal Dirinya Sendiri

Gambar
Pernahkah kamu merasa kalau kamu orang yang tidak layak dicintai? Kukira semua orang; secantik atau setampan apapun ia, pasti pernah merasa hal itu barang sedetik. Persetan dengan alasannya, manusia memang kadang begitu, dan cinta tak selalu bertepuk tangan bahagia.  Barangkali, itu hal yang lumrah, dan aku bisa bersantai dengan banyak hal lain. Di kepingan kehidupanku yang berusia 24 tahun ini, aku juga dihadapkan dengan beberapa pilihan menyebalkan. Tentu saja ada banyak laki-laki yang datang dan pergi. Tapi semuanya hanya sekedar datang dan berkenalan. Setiap kali aku merasa nyaman, dengan tiba-tiba saja mereka berkemas dan menghilang. Tapi yasudah, tak mengapa. Orang boleh datang dan pergi sesuka hatinya. Biarkan saja begitu. Meski aku sadar, menjadi tempat pelampiasan, pilihan kedua, atau bahkan menjadi perempuan yang tak dipilih itu sama-sama bajingan sekali rasanya.  Sedikit bercerita tentang kisah yang membuatku kesal beberapa bulan lalu. Aku sedang dalam masa serius-s...

Dialog Antara Tuhan dan Seorang Pencuri Senyuman

Gambar
Suasana menulisnya sudah pas. Hanya ada hal yang mengganjal di pikiranku.  Senyum itu.  Hal paling konyol yang pernah kulihat sepanjang hayat. Aku diam-diam membawanya lari dan kusimpan rapat di saku bajuku. Tuhan, aku sangat menyukai senyuman itu. Boleh tidak jika kulihat setiap hari? Aku ingin. Aku ingin memilikinya. Aku ingin senyuman itu terus berada di dekat retina mataku. Lalu aku terbius oleh zat adiktif yang menjalar melalui udara.  Boleh tidak kalau aku saja yang bisa melihatnya? Boleh tidak jika orang lain kumarahi jika berusaha melihat senyuman itu?  Sudah kutebak, tuhan tidak menciptakan manusia hanya untuk tersenyum pada satu orang. Tapi tuhan bisa membuat satu senyuman menjadi debar tak berkesudahan. Adakah dalam sejarah mencatat orang yang wafat karena terlalu jatuh cinta pada senyuman? Aku tidak peduli dan terus membawa senyuman itu lari. Aku jatuh cinta, tuhan! Aku jatuh cinta! Aku ingin memiliki senyuman itu sampai selamanya.  Tuhan, aku ini ti...

Cinta selalu datang terlambat

Gambar
                       Cinta selalu datang terlambat. Kalau kata Puthut EA dalam bukunya, "Cinta tak Pernah Tepat Waktu". Itu sama halnya ketika aku mengerjakan tugas gambar teknik. Cinta selalu menemukan kesialan-kesialan sendiri. Kadang aku berpikir, bagaimana ya caranya orang di belahan bumi sana bisa hidup dengan kisah cinta yang indah? Apa sebenarnya keindahan itu tergantung sudut pandang kita saja? Apa cinta itu cuma bisa kita rasakan saat semua benar-benar telah siap. Tapi jauh sebelum itu, cinta itu apa? Apa saat aku melihat tatapan mata seseorang dan aku menyukainya itu cinta? Apa saat aku ingin memeluk ibuku erat-erat itu juga cinta? Apa ketika aku menangisi cowok anime yang mati itu juga cinta? Apa saat aku menangis cemburu itu juga disebut cinta?                Pukul 6.54. Aku bangun tidur karena digedor-gedor oleh ibu kos. Dengan mata yang melotot sambil ...