Postingan

Percakapan Alina Soal Dirinya Sendiri

Gambar
Pernahkah kamu merasa kalau kamu orang yang tidak layak dicintai? Kukira semua orang; secantik atau setampan apapun ia, pasti pernah merasa hal itu barang sedetik. Persetan dengan alasannya, manusia memang kadang begitu, dan cinta tak selalu bertepuk tangan bahagia.  Barangkali, itu hal yang lumrah, dan aku bisa bersantai dengan banyak hal lain. Di kepingan kehidupanku yang berusia 24 tahun ini, aku juga dihadapkan dengan beberapa pilihan menyebalkan. Tentu saja ada banyak laki-laki yang datang dan pergi. Tapi semuanya hanya sekedar datang dan berkenalan. Setiap kali aku merasa nyaman, dengan tiba-tiba saja mereka berkemas dan menghilang. Tapi yasudah, tak mengapa. Orang boleh datang dan pergi sesuka hatinya. Biarkan saja begitu. Meski aku sadar, menjadi tempat pelampiasan, pilihan kedua, atau bahkan menjadi perempuan yang tak dipilih itu sama-sama bajingan sekali rasanya.  Sedikit bercerita tentang kisah yang membuatku kesal beberapa bulan lalu. Aku sedang dalam masa serius-s...

Dialog Antara Tuhan dan Seorang Pencuri Senyuman

Gambar
Suasana menulisnya sudah pas. Hanya ada hal yang mengganjal di pikiranku.  Senyum itu.  Hal paling konyol yang pernah kulihat sepanjang hayat. Aku diam-diam membawanya lari dan kusimpan rapat di saku bajuku. Tuhan, aku sangat menyukai senyuman itu. Boleh tidak jika kulihat setiap hari? Aku ingin. Aku ingin memilikinya. Aku ingin senyuman itu terus berada di dekat retina mataku. Lalu aku terbius oleh zat adiktif yang menjalar melalui udara.  Boleh tidak kalau aku saja yang bisa melihatnya? Boleh tidak jika orang lain kumarahi jika berusaha melihat senyuman itu?  Sudah kutebak, tuhan tidak menciptakan manusia hanya untuk tersenyum pada satu orang. Tapi tuhan bisa membuat satu senyuman menjadi debar tak berkesudahan. Adakah dalam sejarah mencatat orang yang wafat karena terlalu jatuh cinta pada senyuman? Aku tidak peduli dan terus membawa senyuman itu lari. Aku jatuh cinta, tuhan! Aku jatuh cinta! Aku ingin memiliki senyuman itu sampai selamanya.  Tuhan, aku ini ti...

Cinta selalu datang terlambat

Gambar
                       Cinta selalu datang terlambat. Kalau kata Puthut EA dalam bukunya, "Cinta tak Pernah Tepat Waktu". Itu sama halnya ketika aku mengerjakan tugas gambar teknik. Cinta selalu menemukan kesialan-kesialan sendiri. Kadang aku berpikir, bagaimana ya caranya orang di belahan bumi sana bisa hidup dengan kisah cinta yang indah? Apa sebenarnya keindahan itu tergantung sudut pandang kita saja? Apa cinta itu cuma bisa kita rasakan saat semua benar-benar telah siap. Tapi jauh sebelum itu, cinta itu apa? Apa saat aku melihat tatapan mata seseorang dan aku menyukainya itu cinta? Apa saat aku ingin memeluk ibuku erat-erat itu juga cinta? Apa ketika aku menangisi cowok anime yang mati itu juga cinta? Apa saat aku menangis cemburu itu juga disebut cinta?                Pukul 6.54. Aku bangun tidur karena digedor-gedor oleh ibu kos. Dengan mata yang melotot sambil ...

BINGUNG

Gambar
Dari semalam aku sebenarnya sangat bingung. Mungking efek dari PMS mungkin juga karena memang aku sedang berada di posisi yang kurang menyenangkan. Aku gelisah sekali. Setiap waktu. Setiap kali berpikir atau bahkan ketika sedang tidak memikirkan apa-apa. Setiap kali mau makan, setiap selesai makan, setiap melihat komedi, atau ketika melihat mbak-mbak sedih di tiktok, setiap naik motor, setiap kali salting ketika berhenti sendirian di lampu merah. Banyak sekali yang membuatku gelisah.  Aku takut sekali. Aku takut kalau aku nggak bisa. Tapi aku tau aku pasti bisa. Tapi tetap saja aku takut. Ah, siaal!  Saking takutnya aku, kemarin berusaha membaca buku yang membosankan tentang stoic. Jujur saja genre yang seperti itu kurang menarik minatku. Aku tidak pernah merasa harus membaca buku self-improvement yang setiap kali membaca aku selalu disalah-salahkan dan dituntut untuk menjadi wanita super yang sukses. Aku benci disuruh-suruh sama orang lain (kecuali ayang). Tapi, karena mentok...

Aku mau mandi

Gambar
Tulisan ini kemudian berceceran di atap kamarku. Siapa yang akan membaca kecuali orang yang bangun tidur kemudian mengerti. Bahwa dunia sudah tidak cukup meyakinkan, bahwa sudah tidak lagi ada yang spesial atas diriku dibanding dengan manusia yang aku temui sepanjang jalan.  "Aku cuma begini" Ucapku berulang-ulang. Seolah ada yang mendesakku memiliki lebih. Membuat sekian telinga muak dengan kata-kata penuh derita dan masalah yang itu-itu saja.  Memang. Memang lebih mudah menangis daripada berusaha mencari jalan. Lebih mudah menyesal daripada berpikir berkali-kali. Tapi, dari banyaknya jarum-jarum karatan yang terbang dan menusuk dadaku, aku lebih suka kalau kamu yang melakukannya. Kamu tahu maksudku kan? Hahaha.  Banyak hal yang kusukai di dunia ini. Makanan, kucing, coklat, buku, kamu, kamu versi A, kamu yang lucu-lucu, kamu rasa melon, kamu yang kutemui di mimpiku, kamu yang nyata, kamu yang ada di layar gawai, kamu yang menjelma jadi huruf, kamu yang membuatku kadang ...

Hidup ini memang menyebalkan, tapi aku harus tetap hidup

Gambar
Kalau aku menulis soal kehidupan, mungkin konotasinya lebih seperti anak kecil yang sok tahu dan naif soal apa-apa yang udah terjadi dalam hidup. Tapi, minimal karena blog ini adalah rumahku, dan aku yang sudah hampir satu jam mengulik soal materi tapi masih saja kepikiran soal ini, mungkin ada baiknya aku menuangkan segala amarahku di sini. Entah, ada yang membaca atau tidak, aku tidak peduli.  Mungkin sebagai anak muda yang katanya masih belum tahu apa-apa soal hidup, aku tentu menuai banyak sekali sudut pandang lain yang lebih 'dewasa' dan lebih 'mengerti'. Bahkan, aku juga tidak tahu kenapa sebegitu pentingnya aku memikirkan hidup sampai membuatku harus repot-repot menghabiskan beberapa menit waktuku di blog ini. Tapi ini benar-benar menggangguku.  Untuk bahasa sebagai anak muda yang tidak tahu apa-apa, tentu aku sering berbuat suatu kesalahan. Membuat kebohongan kecil, melupakan sesuatu, atau ingin mencari tahu akan sesuatu.  ah, sampai paragraf ini aku sudah malas...

Kalau ada yang lebih indah dari intro payung teduh, mungkin itu kamu

Gambar
Aku bangun siang, seperti biasa. Setelah malam-malam panjang penuh derai mengganggu tidurku, juga mengganggu hidupku beberapa waktu ini. Aku meneguk air dan meletakkan teko di atas meja, memandang ke luar jendela dan tidak merasakan apa-apa. Aku mandi, mengambil sabun rasa tea tree, menggosokkan ke dadaku dan menemukan perih tanpa luka di sana. Air mengucur deras membasahi setiap epidermis kulitku, membuat ujung jariku keriput karena sudah 1 jam berlalu dan aku hanya menatap kosong pintu yang ada di depanku. Shower kumatikan. Handuk merah yang baru kujemur tadi sore melilit di tubuhku, melangkah menuju kamar dan memilih pakaian hitam dari lemari. Memakai baju dengan bayangan tubuh yang sudah bosan dengan tangis tidak berguna setiap malam.  Hari ini bermaksud untuk tidak melibatkan banyak orang dalam hidup. Jadi, memutuskan untuk jalan ke kafe sendiri dan membaca buku yang kubeli beberapa waktu lalu sambil minum susu coklat. Tidak lupa menyumpal telinga dengan headset sebagai tanda ...