Postingan

Setiap kali menulis, sebenarnya aku..

Gambar
Setiap ingin menulis sesuatu, rasanya ada ketakutan yang engga bisa aku kendalikan. Jujur, aku sangat takut. Aku takut jika orang yang membaca tulisanku  bilang "Lah, kayak gini aja ditulis sih, lebay banget" atau hal-hal lain yang membuatku kehilangan percaya diri lagi. Atau jika ada hal yang membuatku tertekan, kemudian aku sangat ingin menulisnya, aku masih takut kalau orang yang membaca nanti justru malah membully aku karena dianggap lemah. Di samping itu, aku juga takut kalau ada orang yang jauh lebih pintar dari aku tiba-tiba membaca di halaman pertama kemudian dia bilang "Ah, pemikirian receh kayak gini cuman jadi sampah aja deh". Aku takut, aku takut kalau ada orang terdekatku yang membaca tulisanku lalu mereka bilang "Idih, sok bijak banget sih Lo!" Aku masih takut semua itu.  Jadi, seringkali aku berhenti di tengah-tengah paragraf dan tidak melanjutkan tulisanku karena aku takut dengan semua bayangan yang ada di kepalaku sendiri. Aku masih merasa...

Umur 19 Tahun? Aku Harus Apa?

Gambar
  Ya Allah, aku hari ini 19 tahun. Tepat di hari ini banyak banget hal yang terjadi. Mulai dari perasaan takut, perasaan seneng, perasaan sedih, dan berjuta perasaan lain yang akan aku jabarin satu persatu di sini. Pertama, baru kali ini aku berani buat snapgram tentang ulangtahunku. Biasanya aku engga pernah berani. Karena sebenarnya aku selalu takut ulangtahun. Aku takut kalo umurku perlahan habis, tapi aku masih ngerepotin siapa-siapa. Aku takut kalo aku semakin tua sedangkan aku belum bisa ngasih yang terbaik buat Allah, buat diri sendiri, buat oranglain. Aku masih sering ngambek sama orangtua, masih sering nyakitin Allah karena males ibadah, aku juga sering ngrepotin oranglain karena kinerja di organisasi yang carut-marut gara-gara aku. Aku benar-benar belum bisa ngasih yang terbaik buat semuanya. Aku masih sering nyakitin banyak orang, sering lupa engga sholawat sama Rosulullah. Sering bikin sakit hati oranglain. Sering lalai baca alquran. Sering nangis. Sering ngeluh. Sering...

Aku Bangga pada Diriku Sendiri

Gambar
  “Cita-citaku itu punya anak yang bisa kuliah, kayak kamu Shel. Karena aku paham kalau dengan keadaan yang kayak gini, aku udah engga pantes lagi ngomongin cita-cita.”   Ucapan teman sepermainanku di rumah membuatku diam membisu. Yah, aku adalah satu-satunya perempuan di desaku yang bisa melanjutkan ke PTN. Hampir semua teman-teman perempuanku sudah menikah bahkan sudah memiliki anak. Memang siklus di lingkunganku seperti itu. Pendidikan belum menjadi sesuatu hal yang dianggap penting. Kebanyakan justru menganggap pendidikan itu sebagai ajang buang-buang uang sekaligus buang-buang waktu. Anak-anak hanya diberikan pendidikan sampai jenjang SMP, ada yang beruntung bisa sampai jenjang SMK. Setelahnya, mereka akan mengadu nasip di kota besar menjadi pembantu rumah tangga atau Baby Sister . Setelah bekerja sekitar 2 tahun, mereka akan pulang ke desa dan menikah. Tidak lama lagi, tiba-tiba dengar kabar bahwa mereka sudah punya anak. Begitulah siklus takdir yang ada di lingk...

Cerita di Balik Gerbong Kereta

Gambar
  Beberapa waktu lalu aku bertemu dengan temanku. Sebut saja teman seperjuangan, atau teman senasip sepenangung. Tiga orang yang sama-sama tidak diterima di kampus impian. Tiga orang yang pernah punya ambisi gila. Aku berani bilang gila karena aku merasa seperti bukan manusia saat itu. Yang ada di kepalaku hanyalah kompetisi, kompetisi, dan masuk kampus impian dengan jalur prestasi.   Gilanya, aku bahkan rela tidak tidur untuk menyelesaikan naskah lombaku. Sering juga harus pulang larut malam agar bisa mengumpulkan naskah tepat waktu. Setiap bulan, aku dan kedua temanku ini selalu lomba kemana-mana. Aku pikir, saat itu semua yang aku lakukan sudah cukup buat aku bisa masuk ke kampus impian. Aku pikir usahaku sudah maksimal. Aku kira, semuanya akan berjalan sesuai rencana. Mengingat aku yang setiap hari datang ke sekolah dengan wajah kusut dan sering sakit-sakitan karena memang sudah memeras semua tenaga buat ikut kompetisi.   Sampai pada suatu hari, aku dan kedu...

Renungan di Sore Hari

Gambar
Mungkin saat sore adalah waktu terbaik untuk merenungi semua kejadian yang sudah dilewati selama setengah hari. Juga beberapa kali juga terlintas rekaman-rekaman kejadian bertahun lalu. Banyak sebenarnya yang bisa dipelajari dari setiap haru birunya. Seperti ketika dulu aku gagal saat mengikuti lomba. Padahal aku merasa sudah memberikan yang terbaik. Atau ketika aku tidak mendapatkan nilai yang bagus saat SMP, padahal aku sudah belajar mati-matian. Saat itu, mungkin aku terus bilang kalau takdir sungguh tidak adil. Mengapa justru orang yang terlihat biasa saja yang mendapatkan hasil terbaik? Mengapa bukan aku? Aku kurang apa? Begitu kira-kira sikap protesku pada semesta.   Rasanya, semua hal yang ada di bumi sudah tidak meyakinkan. Semua siklus terlihat tidak ada yang sesuai dengan apa yang aku perjuangkan sejak dulu. ternyata hidup juga lebih pahit dari kopi yang aku minum sore ini.   Tetapi, ternyata dari semua kejadian jatuh dan bangun itu, aku bertumbuh menjadi s...

ME(MAKSA) LEPAS

Gambar
            Orang-orang semua bohong. Buku-buku yang kubaca semua keliru. Kata-kata yang kutulis sebelumnya sudah tidak relevan lagi. Hari ini, entah tanggal berapa, aku tidak ingin mengingat lagi tanggalnya. Aku, aku ... aku bahkan tidak bisa mengatakannya lewat kata. Air mataku mengalir deras menutupi pandanganku di layar monitor. Sesekali menetes pada keyboard, tetapi kubiarkan saja. Biarlah semua rasa sakit kutelan dengan pahit. Semua hal yang kupupuk dengan keyakinan, ternyata tidak cukup kuat untuk bisa bertahan. Jadi, hari ini... entah tanggal berapa aku akhirnya melepaskan kamu.             Sakit, katamu. Dalam hati, ingin aku bertanya apa ada kata yang lebih pedih daripada ‘sakit’? kalau ada, biar kupinjam untuk jadi judul cerita. Biar aku tenggelam dalam kesedihan di sana. Kamu, bolehkah aku minta kamu   melupakanku? Supaya tidak merasakan sakit yang aku...

Cerita

Gambar
Kalau mau lihat islam tuh jangan lihat aku, tapi lihat alqur'an, lihat Rosulullah SAW kayak gimana, lihat Fatimah Azzahra, lihat Aisyah R.a, Lihat Abu Bakar, lihat Umar Bin Khattab, Lihat orang-orang hebat itu, jangan lihat aku. Katanya, islam itu agama yang penuh berkah ya? iya beneer banget. Kenapa? Karena semua komponen dalam islam itu punya peran dan filosofi kebaikan sendiri-sendiri. Dalam artian, Allah tuh nyuruh kita melakukan sesuatu pasti ada alesannya. Contoh, seperti sholat, puasa, zakat, haji, dan lain-lainnya itu kan kalau dipikir-pikir juga baik buat kita kan? Tetapi banyak banget dari orang islam sendiri yang nyepelein itu. banyak yang semena0mena sama perintah Allah termasuk aku. jadi, kamu jangan lihat islam dari aku, karena aku jauh dari kata baik, cuman kalau kamu mau belajar islam kayak gimana, ya gapapa, yuk kita belajar bareng aja. Aku tahu, kamu pasti heran dengan kelakuanku yang cress sama pakaianku. Yah, tapi gini, daripada aku melanggar semua pe...