Perasaan kecewa yang konyol, dan hayalan masa muda yang aneh
Aku kecewa dengan mantan-mantanku. Mereka tidak memberikan banyak hal selain sesuatu yang membosankan…
dan agak sedikit menyakitkan.
Ah, mungkin ada sedikit sih hal seru yang kemudian menjadi alasan kenapa aku mau, tapi hanya satu atau dua hal. Selain itu, aku lebih banyak jatuh cinta dengan pikiranku sendiri.
Ini agak rahasia, tapi aku tidak tahan ingin menuliskannya. Aku kadang memiliki hayalan aneh saat aku melihat seseorang laki-laki; sejak aku umur 12 tahun, mungkin. Entahlah aku lupa.
Saat itu aku selalu membayangkan akan bertemu dengan laki-laki yang lebih tinggi dariku, dengan rambutnya menutupi jidat agak acak-acakan, badan yang proporsional, mata dan bibir yang bagus, suara yang enak didengar, dan suka membaca buku. Juga memiliki hobi yang dia geluti dan itu terbayang begitu seksi. Aku suka sekali laki-laki yang sibuk. Melihatnya dengan wajah kacau dan kelelahan karena bekerja begitu keras terlihat sungguh menarik.
Aku suka membayangkan akan berpacaran dengan laki-laki seperti itu di umurku yang ke-17 tahun. Kemudian kami akan berkencan di salah satu toko buku aneh di suatu tempat, kemudian pulang saat gerimis jam 7 malam.
Lalu, kami mampir ke sebuah kafe yang di dalamnya ada beberapa pernak-pernik antik yang unik. Kemudian laki-laki itu bercerita tentang sesuatu yang belum aku ketahui, sampai akhirnya coklat panas dan kopi yang pahit datang. Dia mencubit pipiku sambil bilang kalau dia akan membawaku ke perpustakaan paling indah di bumi ini.
Ah, akan seru kalau kami belum memiliki hubungan apa-apa. Jadi pada saat itu, aku akan terus bertanya-tanya dalam hati.. tentang kapan… kapan dia akan menanyakan apakah aku mencintainya atau tidak. Dan setelah obrolan panjang itu, dia mendengarkan aku menceritakan banyak hal. Tentang masa kecilku, dan bacaan-bacaan aneh yang ingin aku bagikan ke seluruh dunia. Dia tertawa dengan leluconku yang sampah, dan selalu memperhatikan semua hal yang kulakukan. “Aku bersumpah akan mencintainya dengan segala hal.” Begitu gumamku setiap kali aku menatap matanya. Ah, tidak. Aku pasti akan tersipu malu.
Saat pulang, kita melewati beberapa toko-toko bunga dan dia membelikannya untukku. “Aku suka melihatmu seperti orang pendiam di depan orang lain, tetapi di hadapanku kamu banyak omong.” Ujarku ke dia. Dia hanya tersenyum dan membuatku ingin menciumnya sampai babak belur.
Dia mengantarku sampai di depan rumah, sampai akhirnya dia bilang bahwa ia mencintaiku. Sejak pertama kali bertemu. Tentu saja tanganku akan sangat gemetar, dengan gemuruh indah di dadaku. Aku akan bilang “iya” tapi aku ingin menahannya sampai esok hari. Tanpa ada rasa takut kalau ia akan berpaling, karena aku tidak mencintai laki-laki yang mudah jatuh hati. Dia hanya jatuh hati padaku, dan ia mengatakan itu. Aku seperti sedang mendapatkan emas 79 kg jatuh di depan mataku.
Lalu kami akan berpacaran kurang lebih 3 tahun, dan kami akan putus di tahun ke-3. Putus karena ia harus melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi di luar negeri. Dan akan mengirimi aku surat setiap kali ia menemukan sesuatu yang menarik. Tapi aku menolak ajakan untuk hubungan jarak jauh, aku ingin menjadi wanita yang selalu dikasihi tanpa harus menunggu seseorang. Dia mengerti itu dan kami bersedih. Di malam yang terakhir kali itu, ia tidak ingin aku pulang. Dan kami berciuman hingga tidak sadar waktu. Aku mencintainya dengan segenap hatiku.
Dan itu semua adalah bayanganku tentang kehidupan remaja yang aku alami. Setidaknya pasti akan keren kalau aku punya masa lalu seperti itu. Aku bisa dengan mudah menceritakan siapa mantanku dan bagaimana cara kita kencan, tanpa harus menutup-nutupi dan banyak klarifikasi. Karena.. ya, karena bahkan aku selalu mendapatkan kesialan yang tragis. Di masa lalu, aku hanya terpaku pada seseorang yang bahkan tidak tahu dia hidup untuk apa, tidak suka belajar, tidak membaca buku, tidak tahu banyak hal, tidak berani, tidak mengusahakan aku seperti yang kuinginkan.
Aku ingin merombak dengan imajinasiku sendiri. Dengan menulis ini, karena sepertinya menyenangkan. Di masa depan suamiku pasti akan cemburu dan tidak akan membiarkanku dimiliki oleh orang lain karena tahu mantanku sangat keren.
Xixixixi, aku sudah 25 tahun dan bisa-bisanya masih menulis hal seperti ini. Tapi semoga di dunia yang lain, aku hidup sebagai seorang perempuan yang bebas memakai baju apapun, punya kulit yang tidak jerawatan dan putih bersih, dengan rambut berwarna coklat yang panjang dan berponi di depan, aku bisa merasakan salju dan bisa pergi ke tempat manapun yang kumau, yang punya keluarga baik, lingkungan yang mendukung pendidikanku, finansial yang stabil, dan terus membaca buku sejak kecil. Kemudian, bisa jatuh cinta dengan cara yang lebih benar ke orang-orang yang lebih tepat.
Tapi meskipun hidupku tidaklah seindah yang kubayangkan, dan orang yang kucintao di masa lalu tidak sekeren itu.. tetapi aku sudah senang bisa menjadi seperti ini. Mungkin ini sudah cukup.



Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan jejak di sini yuk!