Postingan

Batas Antara Bertemu dan Kehilangan Adalah Perasaan

Gambar
Hidup ini ternyata tak pernah lepas perihal batas.  Seperti jalan yang merupakan batas dari kosku dan polines.  Seperti solo yang merupakan batasku dengan ibu.  Seperti polines yang merupakan batas antara sekolah vokasi dan kedai bakso.  Seperti perasaan yang merupakan batas antara aku dan kamu.  . . Pemuda yang namanya buram dalam jantung puisi.  Dibalik asap debu yang tak pernah mau kuarungi, kutemukan kamu diufuk batas kota.  Enggan menoleh, menyisakan siluet punggung.  Batas itu runtuh, kemudian kau susun lagi dengan utuh. Menjulang lebih tinggi dinding itu.. Sekat kita semakin jauh. . . Resah di dadamu dan kemunafikan aksara di palung puisi tergilas atas nama rindu.  Antara udara dan jalanan tol yang memisahkan kita.  Antara partikel oksigen dan karbon dioksida yang pertukarannya kulewati sendirian. . . Kameraku di kepala selalu suka kulihat gambarnya.  Hingga kusadari, hanya itu s...

Pergi

Gambar
Aku pamit.  Kata-kata itu kuhapus lagi. Kututup layar gawai kemudian melihat lembaran buku yang penuh dengan coretan tentang kamu.  Aku membacanya lagi, rasa-rasanya baru kemarin..  Rasa-rasanya,  baru beberapa detik lalu kita bertemu.   Aku memejamkan mata,  mengenang dengan pahit setiap jengkal kisah kita.  Setiap kata yang hampir "berdua", sepenggal bait yang penuh dengan puisi cinta.   Aku juga harus mengingat lagi,  bahwa harapan yang kujunjung dengan sangat tinggi,  dengan sengaja kamu runtuhkan sekasar ini.  Seharusnya dari dulu,  aku sudah menyerah.  Seharusnya sejak saat itu..  Aku sadar bahwa aku sudah kalah.  Aku tidak akan marah kali ini..  Tapi aku pasti tetap sedih.  Seharusnya,  jika pada akhirnya kamu memilih dia..  Aku tak perlu ada.  Seharusnya, jika aku hanya jadi anak tangga untukmu meninggi bersamanya, kita tak perlu ada cerita.  Aku t...

Dimanja Takdir

Aku adalah perempuan yang dimanja takdir.  Selalu saja diberikan apa yang aku butuhkan tanpa aku meminta. Selalu diberikan lebih dari apa yang seharusnya aku terima.  Dalam benakku sendiri,  aku menyesal setiap hari, aku malu mengapa dulu aku begitu sombong,  begitu sok pandai menghakimi bahwa aku tidak pantas mendapatkan garis cerita ini.  Padahal aku tidak tahu apa-apa.  Padahal aku belum menjalaninya.  Dari sekian banyak hadiah yang diberikan Allah padaku,  aku paling bersyukur atas dipertemukannya orang-orang baik.  Orang-orang yang tidak pemarah meski sikapku selau mengundang amarah,  orang-orang yang tiba-tiba saja ada disaat aku tidak punya apa-apa, orang-orang yang rela mengulurkan tangannya meski tahu aku pasti menolaknya.  Setiap hari aku tak lepas dari kata malu,  malu dengan takdir Allah,  malu untuk mengeluh,  malu untuk tidak bersikap baik terhadap ciptaan-Nya,  malu atas perilaku yang selama ini m...

Cerita Pengalaman Juara 1 Paper Competition Telemotion Institut Teknologi Bandung 2018

Gambar
Assalamualaikum warahmatullohiwabarokatuh.  Halloow zheyenk!  Ketemu lagi ama aku Shelyselulerbarudakkaler..eheeek (suara kyudgel).  Wkwkwk,  sudah deh bercandanya.  Jadi gini zeyeng,  aku mau cerita waktu aku dan temanku (Belaanisa dan yayuk puji lestari) mengikuti lomba di Institut Teknologi Bandung,  tanggal 22 November kemarin. Tapi mohon maaf sebelumnya.  Tujuanku menuliskan cerita ini supaya aku dan teman-temanku engga lupa setiap detail cerita dari perjuangan kami waktu SMA. Dan memang hobi saya menulis, siapa tau dari tulisan ini ada setitik hikmah yang bisa dipetik.   Saya pribadi tidak ada niatan untuk pamer atau mengumbar prestasi.  Jadi mohon maaf banget kalau dari zeyeng-zeyengku ada yang tidak suka.  Aku tidak bermaksud demikian..   Nah,  event nya itu namanya Telemotion (Btw,  cp lombanya sampe sekarang masih suka liat story wa.ku.. Ah gapenting). Jadi lombanya itu kayak paper g...

Sebuah Ungkapan Kekesalan dari Calon Mahasiswa

Gambar
Aku tidak pernah memaksa apakah aku harus menjadi ini,  kemudian bekerja disini,  menikah dengan ini,  hidup seperti ini, dan mati dengan cara seperti ini.  Aku tidak pernah memaksa bagaimana aku hidup dengan pilihan-pilihan dan deretan resiko-resiko lainnya.  Sejujurnya,  aku juga tidak memaksa untuk aku berada di posisi ini sebelumnya.  Aku tak pernah peduli dengan sesuatu yang ada dibelakang.  Deretan-deretan tanggapan yang membumbui setiap pilihan yang kubuat.  Ketika aku memilih A,  disana banyak yang beradu argumen,  ada yang mengumpat habis-habisan pun adapula yang bertepuk tangan bahagia.  Semuanya selalu saja begitu.  Tapi,  bukankah kita tidak bisa menyamarakatan setiap kepala?  Bagaimana bisa kita mengikuti setiap keinginan oranglain? Sedangkan setiap orang memiliki keinginan masing-masing?  Bagaimana cara kita berusaha membuat mereka terpesona?  Sedangkan level keindahan yang dimiliki s...

Terlambat

Gambar
Apa kamu pernah mengeluhkan keberadaan seseorang?  Apakah itu aku?   Mengapa aku ada di sini?   Mengapa aku selalu ingin tahu tentang kamu?   Mengapa yang ada justru aku?  Mengapa bukan dia?  Apa kamu bertanya-tanya demikian dalam hatimu? Aku pun juga.  Aku bertanya, mengapa aku sehebat ini dalam memupuk rasa percaya diri. Mengapa aku terlalu dalam saat mengharapkan sebuah rasa. Mengapa aku tidak juga sadar diri.  Bahwa yang kamu butuhkan bukanlah aku sebenarnya.  Maaf, aku sedikit terlambat dalam memahami sesuatu.  Terkadang yang terlihat begitu sulit untuk diterjemahkan.  Ketika kamu berkata biasa saja,  mungkin hatiku sudah lain manangkap maksudnya.  Aku sudah terbawa ekspetasiku sendiri.  Sehingga membuatku buta kalau kamu benar-benar tak mau aku ada disini.   . Aku sudah menyadari sekarang.  Mungkin sangat terlambat.  Karena dia tiba-tiba hadir tanpa s...

Kau, Aku, dan Yogyakarta

Gambar
Saat itu,  aku ingat betul betapa kamu mengernyitkan dahi karena terik matahari. . "Darimana? " katamu memecah lamunanku. "Dari rumah,  eh.. Maksudku dari wonogiri.. Mm bukan.  Tapi dari Ponorogo" ujarku gugup. Ini namanya gempa bumi pribadi.  Huf, entah se-bego apa aku di matamu. . . Tetapi, ternyata tidak buruk juga.  Kamu justru tertawa,  menutupi gelisah perihal bodohku. Entah karena kasian,  atau... Atau jangan-jangan... Ah dasar hati yang GR nyundul gunung. Aku tak banyak bicara,  mendengar kamu bercerita tentang yogyakarta rasanya sudah cukup ramai.  Iya,  ramai sekali di hati.. Padahal kata-katamu lembut tak berperi. . Kamu tersenyum padaku,  aku yang sendari tadi sibuk menghayal.. Langsung clingukan memandang lekukan itu.  Astagfirullah... Rasa-rasanya aku ingin segera bertaubat.  Selalu saja mengeluhkan perjalanan jauh ke jogja.. Tanpa memikirkan kalau ada yang indah di dalamnya. . "Bagaimana denganmu...